Alphonsus menambahkan, secara musiman tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan memang cenderung melandai setelah libur Tahun Baru. Biasanya, kunjungan akan kembali meningkat menjelang perayaan Imlek dan Ramadan.
"Setelah libur tahun baru memang biasanya melandai, nanti akan naik lagi menjelang Imlek dan Ramadhan. Tapi karena sudah hampir tiga minggu berturut-turut cuaca kurang baik, tentu itu juga berpengaruh terhadap kunjungan," tuturnya.
Berdasarkan pemantauan APPBI, wilayah yang paling terdampak adalah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, disusul beberapa titik di Jakarta Selatan, terutama yang akses jalannya terendam banjir. Mengingat di wilayah tersebut juga tercatat paling banyak pusat perbelanjaan.
"Kalau aksesnya banjir dan tidak bisa dilalui, sulit untuk menghimbau masyarakat datang ke pusat perbelanjaan. Akses menjadi faktor utama," kata Alphonsus.
Untuk menyiasati penurunan kunjungan akibat cuaca, pengelola pusat perbelanjaan berharap momentum Imlek dan Ramadhan dapat membantu mengejar ketertinggalan penjualan. Pada periode itu, pelaku usaha menilai masyarakat cenderung untuk meningkatkan belanja dan kunjungan ke pusat perbelanjaan.