AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Penjualan Listrik Hingga April Meningkat, Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Bangkit

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Sabtu, 21 Mei 2022 05:30 WIB
kenaikan konsumsi listrik dalam negeri menjadi pertanda pemulihan ekonomi nasional. 
Penjualan Listrik Hingga April Meningkat, Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Bangkit (foto: MNC Media)
Penjualan Listrik Hingga April Meningkat, Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Bangkit (foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) mengkonfirmasi adanya kenaikan konsumsi listrik masyarakat hingga April 2022 sebesar 88.803 Gigawatt hours (GWh). Catatan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 8,62 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang masih sebesar 81.756 GWh.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Diah Ayu Permatasari mengatakan kenaikan konsumsi listrik dalam negeri menjadi pertanda pemulihan ekonomi nasional. 

"Kenaikan penjualan listrik ini menandai perekonomian Indonesia mulai bangkit, sebab permintaan listrik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," kata Diah, Jumat (20/5/2022).

Pertumbuhan penjualan listrik tertinggi hingga April tahun ini terjadi di Riau dan Kepulauan Riau yaitu sebesar 43,8 persen. Kemudian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) sebesar 23,5 persen. Disusul wilayah Bangka Belitung dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibanding tahun lalu.

Diah menuturkan, peningkatan penjualan listrik tersebut dipicu oleh berbagai program transformasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu juga didorong pencanangan program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan yang dilaksanakan oleh PLN selama pemulihan ekonomi pasca pandemi ini. 

"Kami terus melakukan inovasi untuk mendorong penjualan listrik. Untuk pelanggan rumah tangga, kami mendorong electrifying lifestyle. Ibarat kata, kami tidak mau berpuas diri dari capaian hari ini," ungkap Diah.

Menurutnya, strategi intensifikasi penjualan tenaga listrik dilakukan PLN dengan mendorong penggunaan listrik pelanggan untuk kegiatan produktif. Langkah ini dilakukan PLN melalui rangkaian program bundling dan promo tambah daya. 

PLN juga mendorong penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai dan penggunaan kompor induksi.

"Banyak program yang kami sediakan mendorong konsumsi listrik. Seperti diskon 30 persen bagi pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya kendaraan listriknya di malam hari," katanya.

Dia melanjutkan untuk strategi ekstensifikasi penjualan yaitu meningkatkan jumlah pelanggan PLN. Strategi ini ditempuh melalui program win back yaitu mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN. 

"Langkah tersebut dilakukan agar pelanggan dapat berfokus pada bisnis intinya. Urusan listrik biar kami yang backup," imbuhnya.

Tak hanya itu, PLN juga terus menggali ceruk pasar potensial di berbagai sektor. Misalnya, program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian,  peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD