Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menggarisbawahi peran strategis industri otomotif sebagai salah satu penggerak utama perekonomian.
Selain memicu konsumsi masyarakat, industri ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap penyerapan tenaga kerja, investasi, dan penguatan sektor manufaktur.
Oleh sebab itu, Purbaya menekankan krusialnya sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan para pelaku industri di bawah naungan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk menggenjot daya saing otomotif nasional sekaligus mempercepat transisi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
"Tantangan ke depan bukan lagi hanya mendorong adopsi kendaraan listrik, tetapi juga memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional," kata Purbaya.
(NIA DEVIYANA)