sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perang di Iran Sebabkan Lonjakan Inflasi dan Surutnya Daya Beli di Amerika

Economics editor Febrina Ratna Iskana
12/04/2026 11:44 WIB
Perang yang terjadi di Iran telah menyebabkan guncangan ekonomi bagi banyak negara, tak terkecuali Amerika Serikat.
Perang di Iran Sebabkan Lonjakan Inflasi dan Surutnya Daya Beli di Amerika. (Foto: iNews Media Group)
Perang di Iran Sebabkan Lonjakan Inflasi dan Surutnya Daya Beli di Amerika. (Foto: iNews Media Group)

“Banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan bagi perekonomian,” kata direktur survei konsumen universitas tersebut, Joanne Hsu.

Adapun harga bensin rata-rata USD4,15 per galon di seluruh AS pada Jumat, naik dari USD2,98 pada hari sebelum perang dimulai dan kenaikan hampir 40 persen, menurut klub otomotif AAA.

Sebelumnya, inflasi mencapai puncaknya sebesar 9,1 persen pada Juni 2022, karena COVID-19 mengacaukan rantai pasokan dan beberapa putaran cek stimulus mendorong permintaan konsumen. Harga-harga melonjak untuk bahan makanan, furnitur, makanan di restoran, dan banyak barang serta jasa lainnya.

Kali ini, para ekonom mengatakan pasar kerja dan pengeluaran konsumen lebih lemah, dan tidak ada stimulus besar dari pemerintah yang dikeluarkan untuk mendorong permintaan.

“Di situlah perbedaannya, yaitu kita tidak melihat kekuatan permintaan yang mendekati sebelumnya,” kata ekonom di UBS, Alan Detmeister.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement