AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Perluas Cakupan hingga 70 Persen, PDAM Bekasi Buka Opsi Kerjasama dengan Swasta

ECONOMICS
Abdullah M Surjaya
Rabu, 29 September 2021 14:35 WIB
Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi menargetkan cakupan layanan sebesar 70 persen di Bekasi.
Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi menargetkan cakupan layanan sebesar 70 persen di Bekasi. (Foto: MNC Media)
Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi menargetkan cakupan layanan sebesar 70 persen di Bekasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi menargetkan cakupan layanan sebesar 70 persen di Bekasi, baik kota maupun kabupaten. Untuk merealisasikan itu, badan usaha milik daerah ini membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta. Kerja sama dengan pihak swasta dapat menjadi pilihan untuk melebarkan bisnis PDAM Tirta Bhagasasi.

”Opsi ini menjadi alternatif di samping upaya penyertaan modal dari pemerintah daerah. Untuk saat ini, karena kondisi pandemi, jadi keuangan daerah pun belum stabil. Sehingga untuk penyertaan modal harus dievaluasi kembali, untuk membuka Kerjasama dengan swasta,” ujar Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Rabu (29/9).

Menurut dia, skema kerja sama dengan swasta kini dalam kajian, termasuk berkomunikasi dengan Pemkot Bekasi selaku pemilik modal lainnya. Sementara itu, terkait rencana pemisahan aset antara Pemkab Bekasi dan Kota Bekasi, lanjut Dani akan diubah. Sebelum aset dipisahkan, pihaknya bakal mengurus penghentian kerja sama dengan Pemkot Bekasi.

”Kenapa penghentian kerja sama? Supaya kewenangannya sudah full di pemerintah kabupaten. Hingga saat ini kan selalu terhambat ketika mengambil kebijakan, baik personel maupun investasi itu harus selalu koordinasi lah. Tapi kalau pemutusan kerjasama sudah dilakukan, kita bisa lebih independent,” katanya.

Ada pun peminsahan aset, kata dia, sepanjang berbagi deviden tidak menjadi masalah sambil mengembangkan investasi baru di Kabupaten Bekasi agar bisa tetap kinerja PDAM-nya tidak menurun walaupun nanti sudah dipisah.”Jangan sampai pemisahan malah menyebabkan penurunan kinerja, itu juga kan rugi di kita nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, di usia PDAM Tirta Bhagasasi yang ke 40 tahun, peningkatan layanan menjadi prioritas. Tidak hanya itu, Direktur Utama Usep Rahman Salim mengatakan, pihaknya pun bakal tetap memertahankan berbagai capaian yang telah diraih di antaranya BUMD Award beberapa waktu lalu.

”Capaian lain kami yaitu berturut-turut selama lima tahun ke belakamg dari hasil audit kinerja BPKP kaki dapat predikat WTP. Kemudian cakupan layanan bila dibandingkan dengan PDAM lain, kami terbesar di Jawa Barat. Terakhir kami bisa mempertahankan RKP dan business plan yang sudah kita sepakati bersama,” kata Usep.

Kedepannya, kata Usep, pihaknya menanrgetkan capaian layanan mencakup 70 persen di wilayah. Untuk merealisasikan target tersebut, berbagai upaya kini terus dilakukan. Selain dengan swasta, opsi kerja sama dengan kawasan industri pun kini terus diupayakan.”Jadi maksimalkan pelayanan kepada masyarakat Bekasi,” tegasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD