“Keberhasilan memenangkan tender H2S Equipment Rental & Services di Petronas merupakan pencapaian strategis bagi Pertamina Drilling. Ini menjadi bukti bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya untuk proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Menurut Jufrihadi, layanan H2S memiliki peran krusial dalam menjamin keselamatan operasi migas, terutama di area dengan potensi kandungan gas beracun. Oleh karena itu, selain aspek teknis, kesiapan sumber daya manusia menjadi prioritas utama perusahaan.
Tak hanya menjalankan pekerjaan operasional H2S Services, Pertamina Drilling juga melaksanakan kegiatan pelatihan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi tim rescue, khususnya Marine Crew yang terlibat langsung dalam aktivitas offshore. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat, sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja di lapangan.
“Kami tidak hanya menyediakan peralatan dan layanan, tetapi juga memastikan bahwa seluruh personel memiliki kompetensi keselamatan yang mumpuni. Training SCBA untuk rescue team merupakan bagian dari komitmen kami terhadap prinsip zero accident,” kata Jufrihadi.