Data hasil pengujian ini menjadi dasar pengelolaan reservoir yang baik (good reservoir management) guna menjaga keberlanjutan (sustainability) produksi serta memperoleh perolehan minyak (recovery) yang optimal.
“Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu, dengan estimasi total potensi perolehan minyak atau Estimated Ultimate Recovery (EUR) sekitar 750 ribu barel minyak berdasarkan perbandingan dengan sumur referensi,” ujar General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
Sumur referensi adalah sumur yang lebih dulu berproduksi di area dan lapisan batuan yang sama. Sumur ini menjadi acuan untuk memperkirakan potensi produksi minyak dari sebuah sumur yang baru saja ditemukan.
Djudjuwanto juga menyampaikan penemuan sumur minyak baru ini merupakan hasil dari integrasi data seismik 3D Abab yang diakuisisi pada 2023. Pendekatan baru ini diperoleh dari studi Tim Geologi, Geofisika, Reservoir, dan Produksi (GGRP) PEP Adera Field.