sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pertamina Pacu Produksi Migas dari Aset Strategis di Regional 1 Zona 4

Economics editor Rohman Wibowo
24/07/2026 21:45 WIB
PT Pertamina (Persero) secara intensif mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dari berbagai aset strategisnya.
Pertamina Pacu Produksi Migas dari Aset Strategis di Regional 1 Zona 4. (Foto Istimewa)
Pertamina Pacu Produksi Migas dari Aset Strategis di Regional 1 Zona 4. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Pertamina (Persero) secara intensif mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dari berbagai aset strategisnya demi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung realisasi program Asta Cita Pemerintah.

Upaya teranyar direalisasikan melalui Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 (PHR Zona 4) yang terus memacu pencapaian target produksi lewat percepatan pengeboran, pengembangan potensi lapangan, serta peningkatan keandalan fasilitas operasional.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menaruh perhatian khusus pada agenda peningkatan produksi tersebut saat menggelar kegiatan Management Walkthrough (MWT) di wilayah operasi Zona 4, Prabumulih belum lama ini.

Dalam peninjauan tersebut, Iriawan mendatangi Integrated HSSE Demo Room, Lokasi Pengeboran Rig PDSI #30.2/D1000-E, hingga Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A Pertamina EP Prabumulih Field untuk memastikan seluruh program kerja berjalan optimal dengan tetap memprioritaskan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Iriawan menegaskan soal peningkatan produksi migas merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketersediaan energi nasional. 

Oleh sebab itu, seluruh langkah optimalisasi aset wajib ditopang oleh kinerja operasi yang andal, efisien, serta  mengutamakan keselamatan kerja.

Dia menambahkan, Zona 4 mengemban fungsi yang sangat strategis dalam mendukung pasokan migas nasional, sehingga perseroan berkomitmen menjamin keandalan operasi sembari terus menggenjot volume produksi.

"Produktivitas harus berjalan seiring dengan disiplin HSSE agar target produksi dapat dicapai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," ujar Iriawan dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Lebih lanjut, Iriawan menekankan berbagai terobosan yang dieksekusi Zona 4, mulai dari percepatan pengeboran sumur baru, pengembangan lapangan, hingga penguatan keandalan fasilitas produksi. Langkah-langkah tersebut dipandang sebagai fondasi krusial guna menjamin kesinambungan produksi migas nasional di tengah lonjakan kebutuhan energi masyarakat.

Beroperasi di wilayah Sumatera Selatan dengan cakupan area kerja seluas 28.282 kilometer persegi, Zona 4 mengelola tujuh lapangan migas, 98 fasilitas produksi, serta lebih dari 1.000 sumur produksi.

Hingga Juli 2026, wilayah kerja ini berhasil membukukan angka produksi sekitar 27.000 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 506 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), menjadikannya salah satu pilar penopang pasokan energi nasional.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan, sektor hulu memegang peranan kunci dalam mewujudkan target swasembada energi nasional.

Atas dasar itu, Pertamina secara berkelanjutan memaksimalkan potensi aset-aset produksinya lewat adopsi teknologi modern, penguatan keandalan operasional, serta efisiensi biaya agar mampu mencetak produksi migas yang berkelanjutan.

"Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi," katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement