sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua

News editor Shifa Nurhaliza Putri
01/09/2026 13:28 WIB
Melalui transformasi bisnis hilir yang berkelanjutan, Pertamina berkomitmen memperkuat integrasi, efisiensi, dan daya saing bisnis hilir nasional.
Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Foto; Doc Pertamina)
Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Foto; Doc Pertamina)

IDXChannelPertamina terus memperkuat transformasi Pertamina Group melalui penandatanganan Akta Penggabungan (merger) PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Downstream sekaligus perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan menandai penyelesaian salah satu tahapan penting dalam Implementasi Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Senin, 31 Agustus 2026)

Dalam prosesi tersebut ditandatangani dua dokumen akta, yakni Akta Penggabungan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET) Bayu Prostiyono, serta penandatanganan Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, di hadapan Notaris Jose Dima. Penggabungan berlaku efektif pada 1 September 2026.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa momentum ini bukan semata pemenuhan aspek legal, melainkan wujud komitmen bersama seluruh insan Pertamina Group untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. 

“Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon. Ia menekankan integrasi ini harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.

Simon menegaskan, di tengah arus transformasi, operasional bisnis hilir tidak boleh surut sedikit pun karena pelayanan energi kepada masyarakat merupakan tugas utama Pertamina. “Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tegasnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement