IDXChannel - PT Pertamina (Persero) memastikan proses transisi dari program mandatori biodiesel B40 menuju B50 akan berjalan dengan mulus. Proses penyaluran biosolar baru B50 akan dilakukan secara bertahap hingga 30 September 2026 guna menjaga kelancaran pasokan energi nasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan, Pertamina siap menjalankan penugasan pemerintah dalam pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026. Perusahaan telah menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, serta rantai pasok biodiesel agar implementasi B50 berjalan sesuai ketentuan.
"Sesuai ketentuan pemerintah, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap guna mendukung kelancaran peralihan dari B40 menuju B50 dengan tetap menjaga keandalan pasokan energi nasional," kata Simon dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Dia menjelaskan, program B50 menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi domestik. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Pertamina memperkirakan implementasi penuh program B50 dapat menekan impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter pada 2026 atau setara sekitar 310 ribu barel per hari. Pengurangan impor tersebut dinilai akan memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menambahkan, pengalaman perusahaan menjalankan program biodiesel mulai dari B20, B30, B35, hingga B40 menjadi bekal penting dalam memastikan transisi menuju B50 berjalan lancar.
Menurut Baron, Pertamina bersama PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.
"Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," ujarnya.
Sebelum implementasi B50, Pertamina bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga telah melakukan serangkaian pengujian untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas produk, dan kelancaran distribusi di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui pelaksanaan masa transisi hingga akhir September, Pertamina berharap proses peralihan dari B40 ke B50 dapat berlangsung tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor industri.
(Rahmat Fiansyah)