“Kalau UMKM mendapatkan penjualan yang bagus, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerjanya. Mereka bisa memperluas bisnis dengan lebih cepat dan berpotensi meningkatkan lapangan kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menyampaikan bahwa pengembangan UMKM perlu didukung pendampingan berkelanjutan. Menurutnya, tiga tantangan utama UMKM adalah pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk.
“Harapannya, UMKM yang mendapatkan pengembangan dan pendampingan bisa berkembang hingga mampu menembus pasar global,” ujar Gusman.
Saat ini, program pemberdayaan Pertamina Foundation telah menjangkau mitra binaan dan local heroes di 28 provinsi di Indonesia, dengan fokus meningkatkan kualitas produk, daya saing, dan kemandirian usaha.
Kebermanfaatan UMKM kepada masyarakat disampaikan oleh Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP), Priscilia Simon Mantiri. Dia mengatakan keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya dilihat dari pertumbuhan usaha, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat.