AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Pertumbuhan Asuransi Syariah Masih Rendah, Wapres Minta AASI Berperan Aktif

ECONOMICS
Rabu, 24 Maret 2021 17:28 WIB
Per September 2020 menunjukkan bahwa porsi Industri Keuangan Non Bank termasuk asuransi syariah di dalamnya baru mencapai 4,43%
Pertumbuhan Asuransi Syariah Masih Rendah, Wapres Minta AASI Berperan Aktif (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, industri keuangan syariah Tanah Air telah diakui dunia. Bahkan dalam laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2020, Indonesia ditetapkan sebagai negara ke-2 dunia dalam pencapaian perkembangan industri keuangan Islam, namun pertumbuhan asuransi syariah nyatanya masih rendah.  

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2020 menunjukkan bahwa porsi Industri Keuangan Non Bank termasuk asuransi syariah di dalamnya baru mencapai 4,43%. Artinya, market share keuangan syariah di Indonesia belum mengalami perluasan secara nasional. 

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) untuk berperan aktif. AASI juga harus bisa menjembatani para pemangku kepentingan seperti para ulama hingga masyarakat umum. 

"Untuk itu, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) sebagai wadah bagi perusahaan asuransi syariah dan perusahaan reasuransi syariah di Indonesia, diharapkan dapat terus berperan aktif mengoptimalkan perannya, menjembatani para pemangku kepentingan seperti ulama, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat, sehingga marwah ekonomi dan keuangan syariah dapat terjaga dengan baik," ujarnya saat membuka Rapat Anggota Tahunan AASI,  Rabu (24/03/2021). 

Sejalan dengan Wapres, Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Kris Ibnu Roosmawati juga berharap, Rapat Anggota Tahunan (RAT) ini dapat menjadi sarana bagi anggota AASI untuk mengembangkan agenda penting demi kemajuan industri asuransi syariah di Indonesia. 

Selain itu, Kris juga mengapresiasi peran serta AASI dalam perkembangan industri asuransi syariah, seperti menginisiasi lahirnya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perasuransian Syariah pada 2019. 

“LSP Perasuransian Syariah merupakan satu-satunya lembaga pendukung terlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menjaga kualitas pelaku industri asuransi syariah,” ungkap Kris.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD