"Harapannya, dengan kita bangun ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk memiliki hunian. Mereka bisa tinggal langsung di jantung Kota Jakarta," katanya.
Perumnas menargetkan pembangunan Tower Alunia rampung dalam waktu 18 bulan sehingga dapat mulai diserahterimakan pada 2028. Perumnas telah mengantongi sekitar 1.100 Nomor Urut Pemesanan (NUP). Seluruh calon pembeli telah menyetorkan uang pemesanan sebesar Rp1 juta dan menjalani proses seleksi awal oleh Bank BTN.
Dari sisi harga, Imelda menyebut unit satu kamar tidur seluas 30 meter persegi dipasarkan dengan harga sekitar Rp417 juta hingga Rp527 juta sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait batasan harga jual rumah subsidi.
Menurutnya, harga tersebut dapat diwujudkan karena proyek dibangun di atas lahan milik Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang diberikan dengan harga sekitar Rp1 juta per meter persegi.
"Bayangkan, di Jakarta sudah tidak ada lagi tanah Rp1 juta per meter. Jadi ini adalah intervensi pemerintah agar kita bisa menyediakan hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya.