IDXChannel – Memasuki bulan ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, petani sayuran di sejumlah sentra produksi bersiap menjaga pasokan pangan segar.
Namun, ditengah upaya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, petani dihadapkan curah hujan tinggi yang memicu beragam penyakit tanaman dan dinamika harga di pasar. Tantangan yang dihadapi petani ini mencerminkan kompleksitas sistem pangan Indonesia yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Sejak awal Januari 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) telah memberikan peringatan agar sejumlah komoditas pangan termasuk cabai rawit untuk diantisipasi karena berpotensi memicu inflasi.
“Komoditas ini mungkin dapat kita segera antisipasi, karena kita sudah mulai memasuki bulan Ramadan, di bulan depan ini," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum lama ini.
Sementara itu, Pakar Pertanian IPB University Bayu Krisnamurti menuturkan, petani memegang peranan sentral dalam sistem pangan, khususnya untuk pangan segar seperti sayur dan buah. “Tanpa produksi dari petani, tidak akan ada pangan,” ujarnya dalam keterangan informasi Senin (23/2/2026).