sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Petani Sayuran di Sejumlah Sentra Produksi Siap Jaga Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
23/02/2026 06:31 WIB
Memasuki bulan ramadan hingga Hari Raya Idulfitri, petani sayuran di sejumlah sentra produksi bersiap menjaga pasokan pangan segar.
Petani Sayuran di Sejumlah Sentra Produksi Siap Jaga Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran (FOTO:Dok Ist)
Petani Sayuran di Sejumlah Sentra Produksi Siap Jaga Pasokan Selama Ramadan dan Lebaran (FOTO:Dok Ist)

Menurut Bayu, sistem pangan Indonesia saat ini menghadapi tantangan struktural yang semakin berat, mulai dari krisis iklim, degradasi dan keterbatasan lahan, hingga minimnya infrastruktur pendukung seperti cold chain, alat angkut, dan gudang penyimpanan. 

Tantangan-tantangan ini tidak bisa diatasi hanya di tingkat petani, melainkan memerlukan pendekatan sistemik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. “Inovasi berbasis riset menjadi sangat penting, bahkan kritikal, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Bayu. 

Dia menegaskan, peran inovasi khususnya di sektor perbenihan dan penanganan pascapanen sebagai salah satu kunci keberlanjutan. Benih yang tahan kekeringan, tahan genangan, atau mampu meningkatkan produktivitas akan sangat menentukan masa depan usaha tani, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.

Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Faisal Reza, menyampaikan bahwa peran industri perbenihan tidak hanya pada penyediaan benih, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani melalui pendampingan. “Kami memastikan petani memiliki akses terhadap benih sayuran yang adaptif dan produktif, sekaligus memberikan edukasi yang sesuai dan aplikatif untuk mendapatkan hasil yang optimal dari benih berkualitas yang mereka tanam,” ujarnya.

Faisal menambahkan, benih yang tepat membantu petani menyusun perencanaan tanam dan panen secara lebih terukur, termasuk untuk menghadapi periode permintaan tinggi seperti bulan puasa dan Idulfitri. Namun, penguatan sistem pangan tidak bisa berjalan secara parsial. Menjaga pasokan pangan bukan semata soal produksi, melainkan tentang bagaimana para aktor di dalamnya bekerja bersama untuk memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Ketahanan pangan nasional hanya bisa terwujud jika seluruh mata rantai mulai dari riset, industri, hingga petani saling terhubung dan saling menguatkan,” kata Faisal.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement