"Data survei bulan Juli menunjukkan peningkatan kembali volume produksi di sektor manufaktur Indonesia,
sebagian terkait dengan stabilisasi penerimaan pesanan baru," kata Ekonom S&P Global dalam pernyataannya pada Senin (3/8/2026).
Seiring stabilnya permintaan, tekanan pada kapasitas meningkat dan menyebabkan penumpukan pekerjaan yang tertunda. Bahkan, penumpukan tersebut merupakan yang paling signifikan sejak November 2025.
Pada saat yang sama, perusahaan meningkatkan jumlah staf untuk pertama kalinya dalam lima bulan, meskipun peningkatannya tipis.
"Tingkat inflasi biaya input tetap jauh di atas rata-rata historis, tetapi mereda ke level terendah dalam empat bulan, menunjukkan bahwa tekanan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya," kata Bhatti. (Wahyu Dwi Anggoro)