Anin menekankan soal sektor manufaktur nasional tetap memiliki daya tahan dan prospek pemulihan yang kuat di tengah ketidakpastian pasar global. Kadin meyakini penguatan industri pengolahan dalam negeri hanya tinggal menunggu waktu seiring tetap tingginya daya pikat investasi dan perdagangan tanah air.
"Tapi kembali lagi kepada manufaktur, kita melihat hanya masalah waktu kalau Indonesia terus menjadi negara yang diminati untuk berdagang dan juga berinvestasi, pasti industrialisasinya selama kita fokuskan bisa berkembang kembali," kata dia.
Terjadi penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) menurut rilis S&P untuk kondisi Indonesia. Rincinya, pada Juni 2026 turun ke level 46,9 dari posisi 50,0 pada Mei 2026.
Seturut itu, Indeks Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) pada kuartal II-2026 didapati turun ke angka 51,43 persen dari 52,03 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih berada dalam level ekspansi di atas level 50 persen.
(Dhera Arizona)