sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar

Economics editor Rohman Wibowo
04/08/2026 15:49 WIB
Kadin Indonesia dan Thailan menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) strategis. Kerjasama itu ditargetkan mencapai nilai perdagangan USD30 Miliar.
Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)
Kadin Indonesia Teken Dua MoU dengan Thailand, Anindya Targetkan Perdagangan USD30 Miliar. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan penguatan sinergi ekonomi antara Indonesia dan Thailand melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) strategis. Langkah ini dinilai menjadi momentum krusial untuk mempererat kerja sama perdagangan, investasi pasar karbon, hingga mendorong ketahanan pangan di kawasan ASEAN.

Pernyataan Anindya ini disampaikan dalam forum bisnis Indonesia-Thailand, yang digarap Kamar Dagang Industri Indonesia dan Thailand. Forum ini menjadi lanjutan rangkaian lawatan PM Anutin dan delegasi bisnisnya ke Indonesia selepas bertemu Presiden Prabowo Subianto, kemarin (3/8/2026).

Anindya memaknai kunjungan PM Thailand ke Indonesia ini sebagai momen bersejarah lantaran kali pertama sejak kurun waktu 15 tahun belakangan. Anin menekankan momentum ini dimanfaatkan dunia usaha kedua negara untuk memperkuat sinergi ekonomi.

"Kita tahu bahwa Thailand dan Indonesia adalah dua ekonomi terbesar di ASEAN yang mewakili hampir 350 juta orang dengan output mendekati dua triliun dolar. Kami melaporkan telah menandatangani dua MoU, yakni kerja sama antara Kadin Indonesia dengan Board of Trade dan Kamar Dagang Thailand, serta kerja sama mengenai pasar karbon," kata Anindya dalam acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Anindya mengatakan soal kerja sama pasar karbon difokuskan untuk membangun ekosistem perdagangan emisi yang berintegritas tinggi serta saling terhubung di kawasan regional. Inisiatif ini dinilai sangat tepat waktu di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pertumbuhan industri yang meningkatkan kebutuhan energi secara global.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement