IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang vaname di kawasan tambak Budi daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Ladang, Desa Tegal Retno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
BUBK Kebume dibangun pada tahun 2022-2023. Total luas lahan 100 hektare (ha), dan sudah terbangun 65 ha. Total produksi sebanyak 1.151 ton dengan jumlah tenaga kerja 145 orang, plus tenaga harian lepas 500 orang per hari. Panen raya udang dilakukan dengan menggunakan metode jaring.
Sementara itu, panen raya tersebut menjadi kelanjutan dari keberhasilan panen parsial yang sebelumnya dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada panen kali ini, produksi udang vaname ditargetkan mencapai 75 ton.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP TB Haeru Rahayu telah melakukan panen parsial ketiga di kawasan BUBK Kebumen pada 1 Mei 2026. Dalam panen parsial tersebut, sebanyak sembilan kolam dipanen dengan target 4,2 ton per kolam berukuran panen 35-40 sentimeter.
“Hari ini parsial sembilan kolam dengan target 4,2 ton, ukuran 35-40 sentimeter. Panen parsial pertama 12 ton, kedua 15 ton, dan ketiga hari ini 19 ton. Jadi total 46 ton,” ujar Haeru.
Menurut Haeru, keberhasilan budidaya udang di kawasan BUBK Kebumen menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan nasional, khususnya budidaya udang modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan, model BUBK merupakan terobosan pengelolaan tambak modern yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga aspek lingkungan.
Haeru menambahkan, seluruh udang yang dipanen merupakan produk berkualitas ekspor. Bahkan, sejumlah pembeli disebut datang langsung ke kawasan tambak untuk melihat hasil produksi udang vaname dari Kebumen.
Selain meningkatkan produksi perikanan nasional, keberadaan BUBK Kebumen juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam lokal.
(Rahmat Fiansyah)