“Hari ini parsial sembilan kolam dengan target 4,2 ton, ukuran 35-40 sentimeter. Panen parsial pertama 12 ton, kedua 15 ton, dan ketiga hari ini 19 ton. Jadi total 46 ton,” ujar Haeru.
Menurut Haeru, keberhasilan budidaya udang di kawasan BUBK Kebumen menjadi momentum penting untuk mendukung kebangkitan sektor perikanan nasional, khususnya budidaya udang modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan, model BUBK merupakan terobosan pengelolaan tambak modern yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga aspek lingkungan.
Haeru menambahkan, seluruh udang yang dipanen merupakan produk berkualitas ekspor. Bahkan, sejumlah pembeli disebut datang langsung ke kawasan tambak untuk melihat hasil produksi udang vaname dari Kebumen.
Selain meningkatkan produksi perikanan nasional, keberadaan BUBK Kebumen juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam lokal.
(Rahmat Fiansyah)