Namun, sejak badan kedaulatan baru ini mulai beroperasi, kurva grafik perdagangan menunjukkan bahwa selisih harga tersebut telah berhasil ditekan hingga hampir menyatu dengan harga pasar global. Atas dasar itu, Presiden menegaskan tidak akan ragu mencabut izin usaha ekspor para pelanggar aturan secara tegas tanpa pandang bulu.
Ketegasan regulasi domestik ini sempat dikhawatirkan akan merusak prospek investasi Indonesia di mata lembaga pemeringkat internasional. Namun, kecemasan tersebut nyatanya tidak terbukti karena lembaga pengawas keuangan global justru memberikan apresiasi tinggi terhadap keseriusan reformasi ekonomi Indonesia.
"Tadinya kita ditakut-takuti, ada rating agency, global rating agency nanti akan kasih rapor jelek Indonesia, kita akan diturunkan supaya nanti enggak ada yang mau invest di Indonesia. Bukan kita takut, tapi ternyata S&P, mereka sendiri sudah umumkan, bahwa mereka menilai bahwa pembentukan PT DSI adalah tepat," urai Presiden.
Menurut Prabowo, lembaga rating global justru menilai dibentuknya PT DSI untuk menangani ekspor sumber daya alam merupakan langkah tepat bagi bangsa Indonesia. Sebab, hal itu bisa meningkatkan pendapatan nasional.
“Mereka tetap tidak menurunkan outlook kita. Kita tetap Outlook Stable. Kita tetap punya rating Investment Grade. Emerging market juga, bukan kita selalu harus puas dengan rating bangsa lain," tutur Prabowo.