IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia mulai menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Hal ini seiring implementasi BBM baru dengan peluncuran mandatori biodiesel B50, Kamis (9/7/2026).
Hal itu disampaikan Prabowo di sela-sela kegiatan peresmian Bendungan Meninting dan empat bendungan lainnya di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).
“Kemarin adalah hari yang sangat bersejarah. Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50 persen dari kelapa sawit. Dan mulai hari-hari ini, kita sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri," kata Prabowo.
Dengan diluncurkannya B50 ini, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia bisa menghemat devisa mencapai Rp170 triliun.
Dalam acara peresmian bendungan, Prabowo meresmikan bendungan Meninting, bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
Untuk bendungan Meninting, dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Nino dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang.
Dengan kapasitas ±9,91 juta m³ dan luas genangan ±46 ha, bendungan ini mengairi 1.559 hektare lahan, menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik ±10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.
Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam, serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun.
Selain fungsi utama, bendungan juga berpotensi menjadi kawasan wisata air dan mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata.
(NIA DEVIYANA)