Keberhasilan kinerja tersebut turut didukung oleh sejumlah proyek strategis yang sudah onstream di tahun 2025, di antaranya Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori Zona 13 Regional 4.
Menurut Hermansyah, penyelesaian proyek-proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional. “Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream, mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” katanya.
Menutup tahun 2025, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, berhasil on stream dengan produksi melampaui target. Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 BOPD, atau melampaui target awal sebesar 400 BOPD.
Ke depan, kata dia, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina akan terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
(Dhera Arizona)