IDXChannel - Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif mendorong DPR RI untuk melakukan penyesuaian regulasi dan kebijakan guna penguatan industri baterai. Hilirisasi nikel yang menjadi kunci rantai pasok industri dari hulu ke hilir dianggap perlu dukungan dari sisi hukum dan keuangan.
Aditya menyampaikan, satu di antara persoalan soal menggenjot industri baterai terletak pada pasokan material produksi. Seturut itu, ada biaya ekonomi yang mesti dibayar korporasi.
Sehingga, dia menekankan perlu ada insentif dalam kebijakan hilirisasi nikel.
"Kami sudah mendapatkan banyak sekali cerita dari manajemen sebelumnya juga bagaimana Komisi XII mendukung IBC. Namun dalam kesempatan kali ini, mohon izin kami juga ingin menyampaikan permohonan dukungan, antara lain terkait dengan perpanjangan tax holiday dan tax allowance," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).