IDXChannel - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan inflasi pada awal 2026 melampaui batas atas target Bank Indonesia (BI), yaitu sekitar 3,75 sampai 3,82 persen (year on year (YoY).
Penyebabnya, harga komoditas global masih cukup tinggi dan bergejolak, depresiasi rupiah sedikit meningkatkan biaya impor, serta risiko domestik juga meningkat akibat cuaca buruk dan bencana alam yang dapat mengganggu panen, logistik, serta distribusi pangan maupun kebutuhan pokok lain.
"Sepanjang sisa tahun, inflasi diperkirakan kembali melandai dan pada akhir tahun berada di sekitar 2,81 sampai 3,00 persen (YoY), didukung low-base effect yang memudar," tulis LPEM FEB UI dalam Inflation Outlook 2026, Seri Analisis Makroekonomi, dikutip Senin (2/2/2026).
Namun, proyeksi ini dapat terlalu rendah apabila terjadi guncangan global besar pada pertengahan tahun, terutama yang mendorong kenaikan harga energi atau kembali memicu fluktuasi nilai tukar.