Rekap Inflasi Sepanjang 2025
Sepanjang 2025, dinamika inflasi secara keseluruhan relatif moderat, dengan faktor pendorong yang beragam antar periode. Awal tahun ditandai disinflasi akibat kebijakan pada komponen harga diatur pemerintah, sedangkan paruh kedua lebih dipengaruhi guncangan pasokan pangan serta kenaikan kontribusi harga emas melalui kanal inflasi inti.
Inflasi tercatat 0,76 persen (YoY) pada Januari 2025 dan sempat deflasi 0,09 persen (YoY) pada Februari, sebelum meningkat bertahap hingga 2,92 persen (YoY) pada Desember.
Rendahnya angka di awal tahun bukan karena hilangnya tekanan harga, melainkan terkait permintaan domestik yang terbatas bersamaan dengan lanjutan penyesuaian harga dari tahun sebelumnya.
Komponen harga diatur pemerintah menyumbang porsi penting pada deflasi awal tahun, dengan kontraksi minus 9,02 persen (YoY) pada Februari 2025, terutama akibat diskon tarif listrik 50 persen pada Januari dan Februari.
Setelah diskon berakhir, inflasi harga diatur pemerintah kembali positif. Pada Maret 2025, diskon tarif transportasi selama periode Idulfitri mempengaruhi pola bulanan, namun tren keseluruhan menunjukkan normalisasi.
Inflasi harga bergejolak menjadi sumber tekanan utama pada paruh akhir tahun. Setelah periode inflasi yang rendah, termasuk fase deflasi pada Mei 2025, inflasi harga bergejolak menunjukkan volatilitas tinggi, melonjak sejak Juli dan mencapai puncak 6,59 persen (YoY) pada Oktober.
Lonjakan ini berakitan dengan gangguan pasokan pangan, termasuk faktor musiman, perubahan cuaca pada Triwulan III-2025, serta menurunnya ketersediaan pasokan beras, termasuk cadangan pemerintah.