IDXChannel - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memproyeksi inflasi Desember 2025 berada di kisaran 2,62-2,74 persen (year on year/YoY).
Adapun inflasi bulanan diproyeksi meningkat di kisaran 0,35 persen sampai 0,47 persen (month to month/mtm).
Estimasi tersebut menjadi jauh lebih rentan di tengah intensitas hujan yang meningkat, banjir di sejumlah sentra produksi pangan, serta gangguan distribusi akibat bencana alam di beberapa daerah.
"Kombinasi ketidakpastian cuaca ekstrem serta lonjakan harga komoditas pangan bergejolak membuat risiko inflasi bergerak kuat ke batas atas rentang proyeksi," tulis LPEM FEB UI dalam Seri Analisis Makroekonomi, Seri Analisis Makroekonomi, Jumat (12/12/2025).
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi November 2025 sebesar 0,17 persen secara bulanan (mtm) dan 2,72 persen secara tahunan (yoy).
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan inflasi November 2025 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya dan lebih rendah dibandingkan November 2024.
"Inflasi November 2025 yang sebesar 0,17 persen terutama didorong oleh inflasi komponen inti. Komponen inti mengalami inflasi 0,17 persen dan memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,11 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan," kata Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/12/2025).