sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Turun hingga Juli, Ini Penyebabnya

Economics editor Rohman Wibowo
02/06/2026 17:46 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi padi dan jagung turun hingga Juli 2026.
Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Turun hingga Juli, Ini Penyebabnya (Foto: dok Freepik)
Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Turun hingga Juli, Ini Penyebabnya (Foto: dok Freepik)

Meski demikian, BPS mengingatkan adanya potensi penurunan luas panen jagung pada periode Mei-Juli 2026 sebesar 4,71 persen. Secara total, produksi jagung Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 9,75 juta ton, menurun 2,81 persen dari periode yang sama tahun 2025. 

Angka ini sudah mencakup tanaman jagung yang dipanen muda maupun untuk hijauan pakan ternak.

Pudji menekankan, seluruh proyeksi ini masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada realisasi di lapangan. Faktor eksternal seperti perubahan cuaca dan serangan hama tetap menjadi variabel yang paling sulit diprediksi namun berdampak masif.

Ketidakpastian iklim dan dinamika organisme pengganggu tanaman menjadi alarm bagi para petani dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada. BPS menegaskan bahwa data yang ada saat ini merupakan hasil amatan terkini yang bisa saja bergeser mengikuti kondisi alam.

"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi seperti serangan hama, banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya," kata Pudji.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement