IDXChannel—Produsen semen dan petrokimia asal Thailand, PT SCG Indonesia, mencatatkan pertumbuhan penjualan tertinggi di pasar ASEAN sepanjang kuartal II-2026. Penjualan tumbuh 39 persen menjadi Rp6,51 triliun.
Melansir keterangan resmi SCG Indonesia (25/9/2026), pertumbuhan tersebut didorong terutama oleh penjualan produk petrokimia yang diproduksi oleh Long Son Petrochemical di Vietnam untuk pasar Indonesia.
Secara keseluruhan, SCG mencatatkan kinerja EBITDA yang disesuaikan senilai Rp24,1 triliun pada semester pertama 2026, naik 35 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini didorong oleh keberhasilan penerapan strategi proaktif perusahaan, melalui strategi jangka pendek yang mencakup pengelolaan biaya melalui pemanfaatan energi bersih, pengadaan bahan baku secara tepat waktu dari sumber di luar jalur Hormuz, serta disiplin pengelolaan keuangan.
“Keberhasilan penerapan strategi jangka pendek dan menengah turut mendorong perbaikan kinerja di seluruh unit bisnis. Bisnis pengemasan juga menunjukkan perbaikan kinerja, terutama di Indonesia, yang kembali mencatatkan laba,” tutur Presiden dan CEO SCG Thammasak Sethaudom.