Integrasi tersebut mendorong pertumbuhan penjualan lintas kategori sebesar 15 persen secara tahunan serta memperluas jaringan subdistributor hingga lebih dari 200 toko.
Kinerja Unit Bisnis SCGC (Petrokimia)
Pada bisnis petrokimia, SCGC mencatat perbaikan kinerja yang didukung oleh peningkatan margin petrokimia, pengadaan bahan baku dari jalur di luar Hormuz, optimalisasi operasional pabrik, serta peningkatan penjualan produk bernilai tambah tinggi atau High Value-Added Products (HVA).
SCGC juga melanjutkan proyek peningkatan penggunaan bahan baku etana di kompleks Long Son Petrochemicals yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Pada periode yang sama, SCGC melakukan divestasi 14,86 persen saham PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan nilai transaksi sekitar Rp14,04 triliun.
Dana hasil divestasi tersebut akan digunakan untuk mengurangi tingkat utang serta mendukung pengembangan proyek LSP Ethane di Vietnam.
Kinerja Unit Bisnis SCGP (Pengemasan)
SCGP mencatat perbaikan kinerja pada semester I-2026, terutama didorong oleh operasinya di Indonesia yang kembali mencatatkan laba. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan volume penjualan kemasan domestik, penyesuaian harga jual sejalan dengan kondisi pasar regional, optimalisasi biaya, pengelolaan bauran energi, serta peningkatan efisiensi produksi.