sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Program MBG Hanya Makanan Segar untuk Lima Hari, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun

Economics editor Anggie Ariesta
31/03/2026 20:23 WIB
Airlangga mengatakan program MBG dioptimalisasi dengan penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu sehingga hemat anggaran Rp20 triliun.
Program MBG Hanya Makanan Segar untuk Lima Hari, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun. (Foto: iNews Media Group)
Program MBG Hanya Makanan Segar untuk Lima Hari, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah terus melakukan penajaman terhadap program-program strategis nasional guna memperkuat ketahanan fiskal.

Salah satu langkah utama yang diambil adalah optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara.

"Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis sebagai program, dan program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu dan tetap memperhatikan pengecualian seperti untuk asrama, daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan daerah yang dengan tingkat stunting tinggi. Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Seoul, Korea, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pemangkasan biaya, melainkan bagian dari desain besar transformasi ekonomi Indonesia agar lebih kompetitif dan berdaya tahan.

Penyediaan makanan segar selama lima hari kerja dinilai lebih produktif dan efisien dalam rantai pasok, sembari tetap memberikan proteksi khusus bagi wilayah-wilayah prioritas yang memiliki tantangan geografis maupun masalah kesehatan kronis seperti stunting.

"Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan," tambahnya.

Kebijakan optimalisasi MBG ini merupakan bagian dari paket kebijakan "8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional" dan langkah mitigasi risiko fiskal yang diambil pemerintah untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

Sebelumnya, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen memanfaatkan momentum tantangan global untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku ekonomi yang modern.

Selain sektor pangan, pemerintah juga telah mengumumkan berbagai langkah efisiensi lain seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, efisiensi perjalanan dinas hingga 70 persen dan Refocusing anggaran Kementerian/Lembaga dengan total potensi hingga Rp130,2 triliun.

Pemerintah optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi yang kokoh dan stabilitas fiskal yang terjaga melalui langkah-langkah efisiensi ini, Indonesia akan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi harga energi dunia.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement