Kebijakan optimalisasi MBG ini merupakan bagian dari paket kebijakan "8 Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional" dan langkah mitigasi risiko fiskal yang diambil pemerintah untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang tidak menentu.
Sebelumnya, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen memanfaatkan momentum tantangan global untuk melakukan akselerasi perubahan perilaku ekonomi yang modern.
Selain sektor pangan, pemerintah juga telah mengumumkan berbagai langkah efisiensi lain seperti penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, efisiensi perjalanan dinas hingga 70 persen dan Refocusing anggaran Kementerian/Lembaga dengan total potensi hingga Rp130,2 triliun.
Pemerintah optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi yang kokoh dan stabilitas fiskal yang terjaga melalui langkah-langkah efisiensi ini, Indonesia akan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi harga energi dunia.
(Febrina Ratna Iskana)