CGSI memperkirakan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal II-2026 mencapai sekitar 3,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dari sisi lapangan usaha, sektor manufaktur kembali melambat untuk kuartal keempat berturut-turut.
Pelemahan terutama terjadi pada industri batu bara, yang diduga dipengaruhi kuota produksi, pengilangan minyak dan gas, serta logam dasar.
Sebaliknya, sektor konstruksi, akomodasi, serta penyediaan makanan dan minuman mencatat pertumbuhan lebih baik yang diperkirakan didorong program Koperasi Desa (Kopdes) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, PDB nominal justru tumbuh lebih cepat menjadi 10,2 persen secara tahunan. Menurut CGSI, kondisi tersebut sejalan dengan membaiknya laba bersih inti perusahaan pada kuartal II-2026.