“Secara keseluruhan, kami menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 masih cukup tangguh di tengah tingginya ketidakpastian, meski diperkirakan akan semakin moderat pada periode mendatang,” tulis Wisnu.
Meski memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih moderat pada paruh kedua 2026, CGSI tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 sebesar 5,3 persen, lebih tinggi dibanding realisasi 2025 sebesar 5,1 persen.
Wisnu menilai pelemahan dorongan fiskal perlu diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja yang berkualitas agar konsumsi rumah tangga dapat meningkat secara berkelanjutan.
Namun, sentimen pasar tenaga kerja mulai melemah. Indeks kepercayaan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2026 mendekati level 100.
Sementara, pelaku usaha juga mulai mewaspadai berbagai risiko pada semester kedua, seperti El Nino, pelemahan daya beli, nilai tukar, likuiditas, hingga ketidakpastian geopolitik.