Tak hanya itu, Purbaya juga mencatat bahwa para investor secara umum menilai fondasi makroekonomi Indonesia masih sangat kokoh. Bahkan, muncul pandangan dari sisi investor bahwa sejumlah lembaga pemeringkat internasional terkesan terlalu terburu-buru dalam memberikan outlook negatif terhadap Indonesia.
“Investor beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat, sementara data ekonomi terkini belum sepenuhnya lengkap,” ujar Purbaya.
Seturut itu, dia juga menerima masukan agar pemerintah Indonesia lebih proaktif dalam memperkuat alur komunikasi dengan pelaku pasar global demi meminimalisir kesalahpahaman yang dapat merugikan persepsi ekonomi nasional.
Purbaya lantas menitikberatkan soal menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sesuai target merupakan kunci utama memenangkan kepercayaan investor. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, dengan target menyentuh angka 5,5 persen baik pada triwulan pertama maupun kedua.
“Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)