Dari sisi makro, Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 akan menembus 5,5 persen. Faktor pendorongnya antara lain percepatan belanja pemerintah serta momentum Lebaran pada Maret 2026 yang akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
“Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah breakout dari kutukan 5 persen,” katanya.
Dia juga menyoroti inflasi yang masih terkendali. Inflasi Desember 2025 tercatat 2,92 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan tanpa komponen harga emas, inflasi berada di kisaran 1,5 persen.
“Artinya demand masih relatif rendah. Saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir kenaikan bunga yang signifikan,” ujar Purbaya.
(Dhera Arizona)