Di tengah situasi tersebut, Purbaya menilai ketahanan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencerminkan efektivitas kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.
Lebih jauh, ia menolak anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia secara alami akan bertahan di kisaran 5 persen tanpa upaya besar. Pemerintah, kata dia, akan mendorong akselerasi yang lebih agresif ke depan.
“Jadi ke depan harusnya kita bisa tumbuh lebih cepat dari 5 persen. Saya enggak suka kisaran 5 persen, karena kata orang-orang dulu, Indonesia itu kalau pemimpinnya pintar bisa 6 persen,” ujarnya.
Purbaya menegaskan, bertahan di level 5 persen justru memberi kesan tidak adanya terobosan kebijakan. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi melalui langkah-langkah strategis.
“Kalau enggak ngapa-ngapain tumbuh 5 persen saja. Jadi kalau 5 persen kelihatannya kita enggak ngapa-ngapain. Jadi kita akan ciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” pungkasnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)