Istana juga merespons isu terkait peluang mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung yang disebut-sebut menjadi salah satu kandidat.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dinamika pencalonan Wamenkeu masih terus berkembang. Ia menekankan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan presiden.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya. Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu katanya tunggu pernyataan presiden," kata Purbaya.
Purbaya mengungkapkan bahwa sejauh informasi yang ia terima, kandidat pengganti Thomas di posisi Wamenkeu hanya satu orang. Namun, hal itu bisa saja berubah.
Purbaya juga membenarkan telah bertemu dengan Juda Agung sekitar satu pekan lalu di Kantor Kementerian Keuangan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi mengenai berbagai isu ekonomi.