sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Sebut Perjanjian ART dengan AS Tetap Jadi Pegangan di Tengah Investigasi Perdagangan

Economics editor Nia Deviyana
14/03/2026 21:23 WIB
Sebelumnya Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer mengumumkan investigasi terkait kelebihan kapasitas dan produksi manufaktur di 16 negara.
Pemerintah Sebut Perjanjian ART Tetap Jadi Pegangan di Tengah Langkah AS Investigasi Perdagangan
Pemerintah Sebut Perjanjian ART Tetap Jadi Pegangan di Tengah Langkah AS Investigasi Perdagangan

IDXChannel - Pemerintah menegaskan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pegangan utama dalam hubungan perdagangan kedua negara. 

Penegasan tersebut disampaikan merespons perkembangan proses investigasi perdagangan yang tengah berlangsung di AS sebagai bagian dari mekanisme administrasi hukum di negara tersebut.

Sebelumnya, Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer mengumumkan investigasi terkait kelebihan kapasitas dan produksi struktural sektor manufaktur di 16 negara, termasuk Indonesia, yang dinilai membatasi perdagangan AS.

"Pada prinsipnya ini adalah masalah administrasi hukum di negara mereka, jadi mereka harus mengikuti proses investigasi tersebut. Namun pegangan kita tetap Agreement on Reciprocal Trade (ART), sehingga proses ini kita lalui saja," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto saat menjawab pertanyaan media pada acara Media Gathering Kemenko Perekonomian bersama dengan FORKEM di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Haryo menambahkan proses investigasi tersebut juga diikuti oleh sejumlah negara lain. Namun demikian, Indonesia memiliki posisi tersendiri karena kedua negara telah menyepakati ART setelah melalui proses perundingan yang berlangsung intensif selama lebih dari satu tahun.

"Investigasi itu akan kita ikuti dengan memberikan data-data yang diperlukan. Kami yakin apa yang menjadi perhatian tersebut sebenarnya sudah dibahas dalam perundingan ART,” kata Haryo.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement