Saat ini, Thamrin Nine tengah membangun koneksi bawah tanah ke Stasiun MRT Dukuh Atas, yang nantinya meningkatkan infrastruktur dan konektivitas MRT Jakarta.
"Nah, konsep ini sudah didesain dengan satu integrasi, tidak hanya di dalam Thamrin Nine sendiri, tapi juga ke sekitar, terutama ke MRT dan Grand Indonesia," ucapnya.
"Kita justru terhubung dengan gedung lain yang ada di sekitar kita dan juga di sarana publik transportasi, itu salah satu kelebihan yang kita tawarkan," katanya melanjutkan.
Raih Rekor Muri
Museum Rekor Indonesia (MURI) resmi menganugerahkan penghargaan kepada Autograph Tower, sebagai gedung tertinggi di Indonesia. Gedung perkantoran dan hotel yang dikembangkan PGW di kawasan Thamrin Nine ini berdiri setinggi 385 meter.
Ini mencapai tiga kali lipat dari ketinggian Monumen Nasional (Monas), sebagai ikon Ibukota Jakarta. Bahkan, Autograph diklaim sebagai gedung tertinggi di seluruh belahan bumi bagian Selatan.
Sebelumnya, dalam kawasan yang sama pengembang juga berhasil membangun Luminary Tower setinggi 305 meter. Dengan begitu, Luminary Tower menjadi gedung tertinggi kedua di Indonesia, setelah Autograph Tower.
President Director Putragaya Wahana, Alvin Gozali mengungkapkan, baik Autograph maupun Luminary Tower merupakan gedung supertall pertama di Indonesia, yang diklasifikasikan sebagai gedung dengan tinggi lebih dari 300 meter.
"Terbaru, Autograph Tower akan menyambut dek observasi modern dan sky garden milik swasta pertama di Indonesia," ungkapnya.
Alvin berharap, Thamrin Nine menjadi landmark baru di Indonesia dan menjadi tujuan wisata lokal dan internasional di Jakarta. Penghargaan MURI ini akan mengukuhkan Autograph Tower di mata masyarakat dan meningkatkan status Indonesia di tingkat dunia.
"Rekor MURI ini merupakan simbol pencapaian kami. Semoga ini dapat menandakan pertumbuhan dan kemajuan Indonesia di mata dunia, dan membantu menarik lebih banyak investasi asing ke Indonesia,” kata Alvin.
(FRI)