Kemudian, sebanyak Rp3 triliun untuk membayar utang BBM kepada Pertamina.
Rohan mengatakan, kondisi pasca Covid-19 pun juga menjadi periode yang belum cukup menguntungkan bagi maskapai.
Sebab, masih banyak pesawat yang belum bisa terbang karena belum rampung tahap perbaikan. Sehingga pendapatan yang dihasilkan, meskipun penerbangan minim, hanya cukup untuk membayar gaji kru pegawai dan maintenance harian.
"Kalau terbang pun uangnya dipakai buat maintenance, pegawai, buat segala macam, jadi keadaan itulah yang membuat setoran-setoran yang dampaknya baru sekarang (terhadap kinerja keuangan Garuda)," kata dia.
(NIA DEVIYANA)