Dari sisi produksi, Ady memprediksi adanya penurunan produksi perikanan tangkap pada periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan tersebut dipengaruhi faktor musim dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Dia menyampaikan, prognosa produksi perikanan tangkap hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode normal akibat pola musim tahunan.
"Ini sedikit agak turun memang karena pola musim dan juga pola penangkapan yang memang sangat tergantung dengan faktor cuaca," ujar Ady.
Dia menerangkan, pada periode awal tahun Indonesia memasuki musim barat yang identik dengan curah hujan tinggi, angin, serta gelombang laut yang lebih besar. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas melaut dan penangkapan ikan menjadi terganggu.