AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Ramai Statuta UI, Ini Sepak Terjang Ari Kuncoro Sebelum Jadi Wakil Komisaris BRI

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 22 Juli 2021 12:12 WIB
Sosok Ari Kuncoro sedang ramai dibahas terkait revisi statuta UI dan masalah rangkap jabatan. Berikut sederet sepak terjangnya.
Ramai Statuta UI, Ini Sepak Terjang Ari Kuncoro Sebelum Jadi Wakil Komisaris BRI (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Sosok Ari Kuncoro sedang ramai dibahas terkait revisi statuta UI. Hal tersebut membuatnya tetap menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI), dan Wakil Komisaris Utama PT Bank BRI (Persero) Tbk, sebelum akhirnya resmi menyatakan mengundurkan diri. 

Ari diangkat Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas sebagai Wakil Komisaris sejak 18 Februari 2020 lalu. 

Padahal, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia rektor dilarang memiliki jabatan di BUMN. Hal ini menjadi perkara kritikan sejumlah pihak. 

Tak berselang lama  Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun resmi mengizinkan Ari Kuncoro, melakukan merangkap jabatan. Keputusan tersebut diambil melalui penerbitan PP 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI. Peraturan tersebut yang kemudian menggantikan PP 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI.

Adapun sepak terjang Ari sebelum mengisi posisi strategi dalam emiten perbankan pelat merah tersebut. 

Ari Kuncoro resmi dipilih menjadi Rektor UI periode 2019-2024. Pemilihan ini diawali dengan proses penyaringan oleh pansus Pilrek yang dimulai pada 2-15 September 2019. 

Ari pernah mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia pada tahun 1981-1986. Di sana, Ia berhasil meraih gelar S.E dengan konsentrasi Ekonomi Moneter. Demikian data yang disampaikan dalam debat Rektor UI, Rabu (25/9/2019).

Kemudian, dia langsung melanjutkan pendidikan S2 nya di University of Minnesota pada tahun 1986-1990 dengan meraih gelar Master of Arts. Di Minnesota, ia mengambil jurusan Development Economics.

Tidak berhenti sampai situ, Ari berjuang untuk mendapatkan gelar PH.D ekonomi di Brown University pada tahun 1990. Ia menyelesaikan pendidikannya 4 tahun kemudian.

Perjalanan kariernya pun tidak jauh dari UI. Selain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Ari mengabdikan dirinya di FEB UI sebagai guru besar Ilmu Ekonomi. Dia juga menjadi peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, meskipun status awalnya hanya sebagai asisten peneliti.

Sedikit demi sedikit jabatannya mulai naik. Pada 1998, dia ditunjuk menjadi Wakil Dekan di FEB UI. Selanjutnya, Ari menduduki posisi Dekan FEB UI pada 2013 hingga saat ini (sebelum diresmikan menjadi rektor periode 2019-2024).

Sejumlah prestasi pun pernah dia torehkan. Ari pernah dinobatkan sebagai peneliti terbaik FE UI pada 2005-2006. Lalu, dia pernah menjadi juara ketiga kategori Dosen Berprestasi Tingkat Nasional pada 2007.

Pada sistem pemilihan Rektor UI dengan menggunakan metode voting. Ari Kuncoro sukses mengumpulkan 16 suara. Kemudian disusul oleh Prof. Dr. rer. net Abd Haris dengan 7 suara, dan Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH. SpOG(K) membuntuti di peringkat ketiga tanpa memenangkan satu pun suara. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD