AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Rapat dengan Jokowi, Gubernur Sumut: Kuota Vaksin Tolong Diperhatikan Pak Presiden

ECONOMICS
Wahyudi Aulia Siregar
Kamis, 16 September 2021 20:08 WIB
Jumlah warga Sumut yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama mencapai 25,7 persen.
Gubernur Suumatera Utara, Edy Rahmayadi. (Foto: istimewa)

IDXChannel - Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Sumatera Utara telah mencapai 93,3 persen.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo saat rapat koordinasi Pemerintah Daerah se-Sumut dengan Presiden Joko Widodo di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (16/9/2021).

"Saya laporkan pak Presiden, saat ini tingkat kesembuhan telah mencapai 93,3 persen. Meningkat 30,5 persen dari sebelumnya yang mencapai 62,8 persen," sebut Edy.

Naiknya tingkat kesembuhan ini, kata Edy, berbanding lurus dengan jumlah kasus aktif di Sumut yang turun signifikan sejak 15 Agustus 2021 lalu.

"Kasus positif Covid-19 aktif di Sumut saat ini 4139 kasus. Telah berkurang 24,253 kasus dari 15 agustus 2021. Sedangkan untuk kasus terkonfirmasi positif pada hari ini, 16 September 2021 sebanyak 252 kasus. Tiga bulan yang lalu kami sempat diangkat 2000 terkonfirmasi dalam sehari," paparnya.

Dengan berkurangnya jumlah pasien aktif dan tingkat kesembuhan yang juga meningkat, maka rasio keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut saat ini hanya tinggal 17 persen.

"BOR kita turun 67 persen dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 89 persen," tukas Edy.

Sementara itu, untuk vaksinasi, Edy menyebut pihaknya tengah berupaya maksimal. Terlebih saat ini mereka dibantu oleh TNI dan Polri bahkan institusi lainnya seperti Kejaksaan.

Saat ini, jumlah warga yang telah mendapatkan vaksin dosis pertama mencapai 25,7 persen. Sedangkan dosis kedua 15,9 persen dan dosis ketiga (nakes) mencapai 47,4 persen.

"Kecepatan vaksinasi luar biasa cepatnya. Tapi kami mohon kuota vaksin yang kami selalu perlu diperhatikan pak Presiden," keluh Edy.

Edy juga menyebut kalau penelusuran (tracing) yang mereka lakukan juga sangat baik. "Pada 9 September 2021, kita rasio tracing kita 1 banding 14,9. Ini tertinggi di nasional," tutupnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD