AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Maskerisasi dan Vaksinasi, Dua Cara Ampuh Cegah Covid-19 Menurut Menag Yaqut

ECONOMICS
Widya Michella
Kamis, 16 September 2021 19:12 WIB
Ada dua hal yang dinilai ampuh dalam mencegah penularan Covid-19. Pertama vaksinasi dan yang kedua adalah maskerisasi. 
Masker dan Sanitizer (unsplash)
Masker dan Sanitizer (unsplash)

IDXChannel - Ada dua hal yang dinilai ampuh dalam mencegah penularan Covid-19. Pertama vaksinasi dan yang kedua adalah maskerisasi

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menyebut setidaknya ada dua kunci pencegahan Covid-19 yaitu vaksinasi dan maskerisasi. Menag juga meminta jajarannya untuk mengintensifkan gerakan maskerisasi pada kegiatan keagamaan.

"Saya melihat ke depan di beberapa spot perayaan kita pake maskerisasi. Dengan ini diharapkan Kementerian Agama akan memiliki peran yang sangat signifikan untuk memerangi pandemi," ucap Menag Yaqut demikian dikutip pada laman resmi Kemenag, Kamis (16/09/2021). 

Ia menambahkan tidak sedikit masyarakat yang enggan membeli masker karena belum menjadi prioritas bagi mereka. Namun, jika diberi, mereka mau menggunakannya.

“Kalau masyarakat dikasih, dipakai. Tapi kalau suruh beli tidak mau, lebih baik uangnya digunakan untuk makan,” jelasnya.

Ia pun berharap tempat ibadah dapat dioptimalkan sebagai ruang edukasi publik tentang pandemi Covid. Bahkan, rumah ibadah juga dapat dijadikan sebagai tempat memberikan pertolongan pertama.

“Selain menjadi ruang edukasi publik, sebisa mungkin rumah ibadah itu menjadi tempat pertolongan pertama, terkait self help. Ini memang tidak mudah, dan menjadi tantangan besar,” tuturnya.

Pada rapat koordinasi ini juga turut membahas langkah Kemenag dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19, khususnya dalam pelaksanaan Hari Besar Keagamaan dan Libur Nasional 2021.

"Saya kira salah satu upaya penanganan dan antisipasi saat perayaan keagamaan itu maskerisasi. Saat merayakan keagamaan, kita memakai masker. Masing masing Direktorat Jenderal agar melakukan pengadaan masker di setiap perayaan keagamaan," imbuhnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD