AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Rekor Tertinggi, IIF Sebut Utang Global Hampir USD300 Triliun di Kuartal II-2021

ECONOMICS
Indah/IDX Channel
Rabu, 15 September 2021 10:04 WIB
IIF mengatakan pada Selasa (14/9/2021) bahwa utang global melonjak ke rekor tertinggi baru hampir USD300 triliun pada kuartal kedua 2021.
Rekor Tertinggi, IIF Sebut Utang Global Hampir USD300 Triliun di Kuartal II-2021 (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Institute of International Finance (IIF) mengatakan pada Selasa (14/9/2021) bahwa utang global melonjak ke rekor tertinggi baru hampir USD300 triliun pada kuartal kedua. Namun tercatat rasio utang terhadap PDB turun untuk pertama kalinya sejak awal pandemi karena mulainya pemulihan ekonomi. 

Dilansir dari Antara, total tingkat utang yang meliputi utang pemerintah, rumah tangga serta korporasi dan bank, naik 4,8 triliun dolar AS menjadi 296 triliun dolar AS pada akhir Juni, setelah sedikit menurun pada kuartal pertama, menjadi 36 triliun dolar AS di atas tingkat sebelum pandemi.

"Jika pinjaman berlanjut pada kecepatan ini, kami memperkirakan utang global akan melebihi 300 triliun dolar AS," kata Emre Tiftik, direktur penelitian keberlanjutan IIF.

Kenaikan tingkat utang adalah yang paling tajam di antara negara-negara emerging-markets, dengan total utang naik 3,5 triliun dolar AS pada kuartal kedua dari tiga bulan sebelumnya mencapai hampir 92 triliun dolar AS.

Sebagai tanda positif untuk prospek utang, IIF melaporkan penurunan rasio utang terhadap PDB global untuk pertama kalinya sejak pecahnya krisis virus corona.

Utang sebagai bagian dari produk domestik bruto turun menjadi sekitar 353 persen pada kuartal kedua, dari rekor tertinggi 362 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini.

IIF mengatakan bahwa dari 61 negara yang dipantau, 51 mencatat penurunan tingkat utang terhadap PDB, sebagian besar didukung oleh rebound yang kuat dalam kegiatan ekonomi.

Namun lembaga itu menambahkan bahwa dalam banyak kasus pemulihan belum cukup kuat untuk mendorong rasio utang kembali di bawah tingkat pra-pandemi.

Menurut IIF, total rasio utang terhadap PDB tidak termasuk sektor keuangan berada di bawah tingkat pra-pandemi hanya di lima negara: Meksiko, Argentina, Denmark, Irlandia, dan Lebanon.

China telah mengalami kenaikan yang lebih tajam dalam tingkat utangnya dibandingkan dengan negara-negara lain, sementara utang negara-negara emerging-markets tidak termasuk China naik ke rekor tertinggi baru pada 36 triliun dolar AS pada kuartal kedua, didorong oleh kenaikan pinjaman pemerintah.

IIF mencatat bahwa setelah sedikit penurunan pada kuartal pertama, utang di antara negara-negara maju - terutama kawasan euro - naik lagi pada kuartal kedua.

Di Amerika Serikat, akumulasi utang sekitar 490 miliar dolar AS adalah yang paling lambat sejak awal pandemi, meskipun utang rumah tangga meningkat pada rekor kecepatan.

Secara global, utang rumah tangga naik 1,5 triliun dolar AS dalam enam bulan pertama tahun ini menjadi 55 triliun dolar AS. IIF mencatat bahwa hampir sepertiga negara dalam studinya melihat peningkatan utang rumah tangga di paruh pertama.

"Kenaikan utang rumah tangga sejalan dengan kenaikan harga-harga rumah di hampir setiap ekonomi utama di dunia," kata Tiftik dari IIF.

IIF menambahkan total penerbitan utang berkelanjutan sementara itu telah melampaui 800 miliar dolar AS tahun ini dengan penerbitan global diproyeksikan mencapai 1,2 triliun dolar AS pada tahun 2021. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD