AALI
10325
ABBA
414
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1485
ACST
286
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1195
ADMF
0
ADMG
230
ADRO
1860
AGAR
0
AGII
1535
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
212
AHAP
64
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4420
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
260
ALMI
0
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
520.34
0.26%
+1.33
IHSG
6671.24
0.19%
+12.48
LQ45
979.01
0.26%
+2.58
HSI
25516.82
0.42%
+107.07
N225
29153.64
0.44%
+128.18
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
801,473 / gram

Tagih Utang Rp22,6 Miliar, Satgas BLBI Akan Panggil Nirwan dan Indra Bakrie Jumat Nanti

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 14 September 2021 13:06 WIB
BLBI akan kembali memanggil Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie pada Jumat (17/9).
Tagih Utang Rp22,6 Miliar, Satgas BLBI Akan Panggil Nirwan dan Indra Bakrie Jumat Nanti (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan kembali memanggil Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie pada Jumat (17/9). 

Hal ini dilakukan dalam penagihan utang BLBI dengan suraf bernomor S-5/KSB/PP/2021 tersebut selain terhadap Nirwan dan Indra, panggilan penagihan juga ditujukan kepada PT Usaha Mediatronika Nusantara, Andrus Roestaf Moenaf, Pinkan Warrouw, dan Anton Setianto. 

Adapun, pemanggilan itu bertempat di Gedung Syarifuddin Prawiranegara Lantai 4, Kementerian Keuangan pada Jumat (17/9) pukul 09.00-11.00. 

"Satgas BLBI kembali memanggil beberapa pihak untuk memastikan hak tagih negara atas dana BLBI dapat dilunasi. Semoga mereka kooperatif dan hak rakyat dipulihkan," tulis Staf Khusus Kementerian Keuangan Yustinus Prastowo dalam akun twitternya, Selasa (14/9/2021). 

Adapun, pemanggilan itu terkait tanggungan utang yang harus dibayarkan oleh debitur BLBI eks Bank Putera Multikarsa. Nilainya mencapai Rp22,6 miliar. 

"Diminta kehadiran saudara untuk menghadap Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penagihan dan Litigasi Tim C," katanya. 

Dalam hal Saudara tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak tagih Negara, maka akan dilakukan tindakan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Demikian pengumuman ini untuk dipenuhi.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD