AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Resmi Bergabung, Indonesia: Kerjasama IPEF Harus Konkret dan Saling Menguntungkan

ECONOMICS
Athika Rahma
Selasa, 24 Mei 2022 06:01 WIB
Indonesia memastikan bahwa bentuk kerjasama di dalam keanggotaan IPEF harus konkret dan saling menguntungkan satu sama lain.
Resmi Bergabung, Indonesia: Kerjasama IPEF Harus Konkret dan Saling Menguntungkan (foto: MNC Media)
Resmi Bergabung, Indonesia: Kerjasama IPEF Harus Konkret dan Saling Menguntungkan (foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia secara resmi bergabung dalam kelompok 13 negara di Kawasan Indo-Pasifik yang menamakan dirinya Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF). Sebagai bagian dari kelompok yang pembentukannya diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tersebut, Indonesia memastikan bahwa bentuk kerjasama di dalam keanggotaan IPEF harus konkret dan saling menguntungkan satu sama lain.

Hal tersebut menjadi catatan utama yang disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam peluncuran IPEF, Senin (23/5/2022). Melalui akun resmi Instagramnya, @mendaglutfi, Mendag juga menyampaikan bahwa keberadaan IPEF harus inklusif dan terbuka untuk negara-negara lain di Kawasan Indo-Pasifik. 
"Region Indo-Pasifik terlalu luas jika hanya mengakomodir kepentingan negara tertentu. Dengan inklusivitas, maka akan terdapat benefit jangka panjang untuk ke depannya," unggah Mendag.

Selain itu, Lutfi juga menegaskan bahwa posisi IPEF ke depan tidak boleh menjadi beban baru untuk negara-negara berkembang. Justru, keberadaan IPEF wajib dapat mendorong partisipasi negara-negara lain di kancah regional dengan dukungan penuh dari negara-negara Anggota IPEF.

Terakhir, lanjutnya, IPEF juga harus bersinergi dengan kerangka ekonomi milik negara lain di Kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam lingkup Asia Tenggara (ASEAN). 

"IPEF merupakan bentuk nyata pemerintah Presiden Jokowi yang mengedepankan perdagangan yang adil, inklusif dan tangguh menghadapi tantangan," tegas Lutfi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD