sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI-Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih, Kepulauan Riau Jadi Hub Industri Teknologi

Economics editor Nia Deviyana
16/03/2026 21:31 WIB
Rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura dibidik untuk menarik investasi industri berteknologi tinggi.
RI-Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih, Kepulauan Riau Jadi Hub Industri Teknologi. Foto: iNews Media Group.
RI-Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih, Kepulauan Riau Jadi Hub Industri Teknologi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura bukan hanya sekadar menjadi perdagangan energi, tetapi untuk menarik investasi industri berteknologi tinggi. 

Pemerintah ingin memanfaatkan ketersediaan energi hijau untuk menarik perusahaan-perusahaan global membangun fasilitas produksi dan pusat teknologi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), sehingga kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat industri hijau baru di Indonesia.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa kawasan industri sudah hampir final. Nanti kita akan bangun di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Dan ini saya lagi meng-clear-kan. Kalau itu sudah selesai, maka saya pikir ini salah satu kemajuan dalam persiapan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Minister for Manpower sekaligus penanggung jawab energi Singapura Tan See Leng di Tokyo, Jepang pada Minggu (15/3/2026) waktu setempat.

Senada dengan hal tersebut, Minister Tan See Leng menyambut baik progres teknis terkait kerja sama ini.

"Saya rasa sebagian besar diskusi teknikal sudah mengalami kemajuan yang baik," ujar Tan See Leng.

Dalam pertemuan itu, kedua negara juga menyinggung pengembangan kawasan industri berkelanjutan di Batam, Bintan, dan Karimun. Pemerintah menyiapkan skema agar kebutuhan listrik dalam negeri tetap diprioritaskan sebelum ekspor, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi rendah karbon seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture Storage/CCS). 

"Yang menyangkut CCS, aturan-aturannya sudah saya persiapkan. Itu kemudian bisa kita lakukan kolaborasi," ujar Bahlil.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement