AALI
9950
ABBA
294
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1280
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7600
ADMG
189
ADRO
2300
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
160
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
800
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
308
ALMI
290
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.00
0.84%
+4.23
IHSG
6679.57
0.8%
+52.70
LQ45
951.44
0.86%
+8.10
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

RI Banyak Perizinan, Jokowi: Jangan Sampai Investor Kapok

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 09 Desember 2021 11:50 WIB
Buka rahasia lagi untuk investasi di Indonesia, investor harus mengurus berbagai macam perizinan dan rumit yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
RI Banyak Perizinan, Jokowi: Jangan Sampai Investor Kapok (FOTO: MNC Media)
RI Banyak Perizinan, Jokowi: Jangan Sampai Investor Kapok (FOTO: MNC Media)

 IDXChannel - Buka rahasia lagi untuk investasi di Indonesia, investor harus mengurus berbagai macam perizinan dan rumit yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin perizinan lebih sederhana dan lebih cepat. Pasalnya Indonesia membutuhkan banyak investasi untuk menciptakan lapangan kerja. Selain itu, Jokowi juga menargetkan investasi di Indonesia dapat mencapai Rp1.200 triliun di 2022.

“Ini membutuhkan perizinan yang sederhana, lebih cepat dan bebas korupsi. Jangan sampai investor kapok karena terlalu banyak ongkos di sana sini, terlalu banyak ketidakpastian, dan banyaknya permainan di sana sini,” katanya dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Kamis (9/12/2021).

Jokowi pun mengajak semua pihak semuanya untuk terus membangun tata kelola yg mencegah tindak koruptif.

“Pelayanan harus cepat dan efisien tanpa adanya ongkos-ongkos khusus. Gunakan teknologi untuk digitalisasi, standarisasi dan transparansi. Perkuat implementasi sistem penanganan perkara terpadu. Tingkatkan integritas aparat penegak hukum. Dan kita harapkan bisa menutup celah-celah penyalahgunaan wewenang dan perilaku korupsi,” tutup Jokowi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD